Culinary

Introduction to culinary

KULINER adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa tersendiri, maka tak heran jika setiap daerah memiliki tradisi kuliner yang berbeda – beda..

Kuliner merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan. Karena setiap orang memerlukan makanan yang sangat dibutuhkan sehari-hari. Mulai dari makanan yang sederhana hingga makanan yang berkelas tinggi dan mewah. Semua itu, membutuhkan pengolahan yang serba enak.

Kuliner Jadi Bagian Penting dari Traveling

Saat traveling tiap orang punya preferensi masing-masing. Ada yang suka berkeliling kota, bertemu orang baru, mengikuti tur, mengambil banyak foto dan lainnya. Namun bagian yang tak terpisahkan adalah makanan. Bahkan ada yang berniat khusus melakukan wisata kuliner saat traveling.

Tentu wisata kuliner terasa menyenangkan karena tidak cuma mencoba makanan baru, tapi juga menambah ilmu tentang tradisi suatu tempat. Itulah mengapa kuliner jadi salah satu bagian penting ketika berlibur. Untuk selengkapnya, ini alasan ini alasan wisata kuliner perlu dilakukan saat traveling :

  1. Menemukan makanan yang belum pernah dicoba
    Ini menjadi alasan utama kenapa kamu perlu melakukan wisata kuliner saat traveling. Ada begitu banyak makanan di luar tempat kita tinggal yang bisa membuka mata dan mengasah indera perasa. Kamu dapat mengetahui citarasa baru yang mungkin belum pernah dicoba sebelumnya.
    Mengapa culinary penting?
    Kuliner mempunyai peran penting dalam industri pariwisata. Sebab sebagian besar pengeluaran wisatawan untuk kuliner. Selain itu, kuliner menjadi daya tarik yang kuat untuk mendatangkan wisatawan.
    wisata kuliner di Tanah Air memiliki potensi luar biasa. Keanekaragaman dan keunikan kuliner Nusantara yang bersumber dari etnik dan budaya beragam ialah kekayaan yang pertumbuhannya harus terus digenjot.
    Selama 5 tahun terakhir Pemerintah berupaya memberikan perlindungan agar wisata kuliner berkembang dan mampu bersaing di era globalisasi saat ini. Bila tidak, keunikan dan keanekaragaman kuliner Indonesia perlahan tergerus oleh waktu, zaman, dan perubahan pola gaya hidup masyarakat.
  2. Mencoba makanan autentik yang berbeda dengan buatan tempat tinggal
    Memang menemukan makanan baru di suatu negara itu sangat menyenangkan. Apalagi bagi kamu yang suka bertualang mencoba rasa baru. Tapi bisa juga justru kamu ingin mencoba versi asli dari makanan yang biasa kamu makan di tempat tinggal.
    Di Indonesia, misalnya, ada banyak restoran yang menyajikan pizza dan pasta. Tentu saja kebanyakan tempat sudah mengubah rasa asli dari makanan ini. Bahkan ada yang diberi sentuhan fusion. Ketika kamu ke Italia, pasti kamu akan penasaran bagaimana rasa autentik dari pizza maupun pasta. Rasa dan tekstur makanannya bisa saja sangat berbeda. Sehingga kamu seperti mencicip makanan baru untuk pertama kalinya.
  3. Makanan suatu tempat berbicara banyak mengenai budaya
    Sangat menarik ketika pergi ke negara berbeda dan melihat seberapa banyak kamu bisa tahu tentang budaya sekaligus nilai yang dianut berdasarkan makanannya. Contohnya saja Costa Rica. Negara ini punya moto “pura vida” yang berarti “kehidupan murni”. Negara maupun rakyat setempat benar-benar melakukannya.
  4. Makanan menyatukan orang
    Tidak ada yang lebih baik daripada mencoba makanan baru dengan orang yang sama antusiasnya seperti kamu. Carilah teman atau anggota keluarga yang kegemaran akan makanan sama seperti kamu. Kalian pun akan semakin punya ikatan karena makanan. Bisa karena makanan yang baru dicoba, makanan lainnya yang tertarik dicicipi, atau menentukan restoran menarik yang perlu didatangi saat traveling.
  5. Menambah bumbu dan makanan baru untuk dicoba di rumah
    Saat mencoba makanan baru di suatu tempat bukan berarti pengalaman kamu berhenti di sana. Bisa saja itu menjadi ilmu baru untuk kamu coba di rumah. Kamu dapat membuat makanan atau memakai bumbu unik yang kamu dapatkan saat traveling. Jika sempat mengikuti kelas memasak, maka kamu juga bisa mempraktekannya kembali di dapur pribadi.

Sejarah culinar

Sejarah kuliner Indonesia memang menjadi sebuah bahasan empuk yang banyak menarik perhatian. Bukan hanya karena berkaitan dengan lidah, kuliner dalam perkembangannya tak lepas dari proses politik, ekononi, dan budaya. Dalam dokumen sejarah, budaya kuliner di Indonesia tak lepas dari pengaruh budaya asing. Mulai dari India, China, hingga Eropa yang sampai saat ini bahkan masih berkembang dalam kebiasaan masyarakat. Sebut saja kebiasaan makan di atas meja menggunakan sendok dan garpu yang disebut mendapat pengaruh budaya Eropa. Begitu juga dengan kebiasaan mengonsumsi kentang, roti, dan steak yang mendapat pengaruh besar dari bangsa Barat.

 Setiap daerah di Indonesia sudah pasti memiliki cita rasa yang berbeda dengan hidangan kulinernya. Namun hebatnya, masing-masing daerah dapat mempertahankan budaya adiluhung, bahkan mampu memengaruhi bangsa lain. Salah satu budaya kuliner yang banyak disinggung dalam sejarah kuliner di abad 19 M adalah rijsttafel. Istilah ini digunakan sekitar tahun 1870, yang mencerminkan perpaduan antara Belanda dan Jawa dalam bidang kuliner.

Conclusion

Saat ini istilah kuliner sering didengar, dibaca lewat media cetak maupun audio visual. Istilah ini semakin menyebar luas di Indonesia setelah acara di televisi yang di pandu oleh Bondan Winarnodi dengan slogan maknyus-nya itu. 

 Pengertian Kuliner tidak terlepas dari kegiatan memasak yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari – hari. Kuliner juga dapat di artikan sebagai hasil olahan yang berupa masakan berupa lauk-pauk, panganan maupun minuman.

Kata kuliner merupakan unsur serapan bahasa Inggris yaitu culinary yang berarti berhubungan dengan memasak. Sedangkan orang yang bekerja di bidang kuliner disebut koki atau chef.

References

Abdillah, L. A. (2018). Customer Relationship Management Computer Science and Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.

Abdillah, L. A. (2018). Supply Chain Management Computer Science and Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.

Abdillah, L. A. (2019). Enterprise Resource Planning Computer Science & Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.

Abdillah, L. A. (2020). Perancangan Sistem Informasi Industri dan Enterprise Resource Planning. Computer Science & Information Systems.

https://indogastronomi.wordpress.com/2015/11/07/kuliner/

https://lifestyle.okezone.com/read/2019/10/29/12/2123037/kuliner-miliki-peran-penting-di-pariwisata-indonesia

https://review.bukalapak.com/travel/ini-5-alasan-wisata-kuliner-jadi-bagian-penting-dari-traveling-95722

https://malangtimes.com/baca/28223/20180603/152920/sepenggal-sejarah-kuliner-indonesia-perjalanan-panjang-memanjakan-lidah-masyarakat

Design a site like this with WordPress.com
Get started