Introduction to HCM with ERP
HCM adalah serangkaian praktik komprehensif untuk merekrut, mengelola, mengembangkan, dan mengoptimalkan sumber daya manusia suatu organisasi. Ungkapan ini mengartikan suatu pendekatan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang memandang karyawan sebagai aset yang dapat diinvestasikan dan dikelola untuk memaksimalkan nilai bisnis mereka.
Awalnya, sistem ERP dikembangkan untuk menyediakan penyimpanan data inti untuk data keuangan, CRM, manufaktur, dan rantai pasokan. Biasanya, sistem ERP juga mencakup beberapa kapasitas data sumber daya manusia, tetapi biasanya berfokus pada fungsi penggajian. Akan tetapi, karena berbagai alasan, departemen SDM berjalan sendiri-sendiri, mencari solusi HCM of yang terbaik ’saat persyaratan SDM menjadi lebih kompleks dan menuntut
HCM dan ERP
Data dari kedua sistem dapat saling melengkapi dan memberikan wawasan baru. Sistem ERP dapat mengakses data HCM utama :
– menggunakan kinerja karyawan dan tim untuk menentukan kebutuhan pelatihan dan memantau hasil untuk melihat apakah output meningkat.
– menentukan apakah tingkat turnover karyawan di suatu daerah berdampak pada pendapatan,
– menggunakan data HCM pada keterampilan dan sertifikasi karyawan dalam penawaran untuk proyek baru dan memfasilitasi otomatisasi layanan profesional dalam ERP, dan
– menggabungkan fungsi manajemen tenaga kerja seperti Waktu & Kehadiran ke dalam analisis penetapan biaya pekerjaan.
SDM dapat menggunakan data ERP untuk:
– menggunakan data ERP yang relevan (margin, pendapatan, laba, waktu-tunai) dalam ulasan kinerja,
– termasuk data CRM dari dukungan pelanggan, layanan profesional dan penjualan untuk mendukung tingkat perencanaan dan pelatihan, dan
– Tautkan fungsi penggajian seperti penggantian biaya, penugasan aset, GL, dan komisi langsung ke ERP.
Mengapa HCM penting?
Manajemen modal manusia sangat penting untuk keberhasilan bisnis karena tren dan undang-undang tenaga kerja menambah kerumitan dalam perekrutan, retensi, kepatuhan legislatif, dan manajemen karyawan. Di tempat kerja saat ini, keberhasilan manajemen tenaga kerja mensyaratkan agar manajer SDM bertindak proaktif daripada reaktif, dan HCM membantu mereka melakukannya dengan menyatukan fungsi SDM di satu tempat yang dapat diakses, seperti rangkaian perangkat lunak HCM.
Tren tempat kerja saat ini yang menjadikan HCM alat SDM pilihan:
Mengubah demografi – Seiring bertambahnya usia tenaga kerja, generasi pekerja baru membawa gaya dan kebutuhan kerja yang berbeda. Misalnya, generasi terbaru Generasi Z dan Milenium memiliki harapan tinggi terhadap keseimbangan kehidupan kerja. Mengubah demografi memerlukan penyesuaian strategi untuk semua aspek manajemen tenaga kerja.
Manfaat HCM pada ERP
1. Input data transaksional SDM / PR. Entri data ganda meningkatkan waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas administrasi dan dapat mengakibatkan kesalahan entri data. Kesalahan, pada gilirannya, dapat mengikis kepercayaan dalam analisis dan menghasilkan wawasan.
2. Basis data terpadu juga membuat pelaporan dan analisis lebih kaya dan lebih mendalam serta lebih mudah dijalankan. Daripada melaporkan dari tambalan sumber yang berbeda – database, file dan spreadsheet – satu database membuat pengembangan laporan lebih cepat dan lebih mudah untuk dipelihara. Ini, pada gilirannya, membuat data tersedia bagi pembuat keputusan lebih dekat dengan waktu nyata.
3. Selain itu, data dari kedua sistem dapat saling melengkapi dan memberikan wawasan baru. Sistem ERP dapat mengakses data HCM utama
4. menggunakan kinerja karyawan dan tim untuk menentukan kebutuhan pelatihan dan memantau hasil untuk melihat apakah output meningkat.
5. menentukan apakah tingkat turnover karyawan di suatu daerah berdampak pada pendapatan,
6. menggunakan data HCM pada keterampilan dan sertifikasi karyawan dalam penawaran untuk proyek baru dan memfasilitasi otomatisasi layanan profesional dalam ERP, dan
7. menggabungkan fungsi manajemen tenaga kerja seperti Waktu & Kehadiran ke dalam analisis penetapan biaya pekerjaan.
8. SDM dapat menggunakan data ERP untuk menggunakan data ERP yang relevan (margin, pendapatan, laba, waktu-tunai) dalam ulasan kinerja, termasuk data CRM dari dukungan pelanggan, layanan profesional dan penjualan untuk mendukung tingkat perencanaan dan pelatihan, dan Tautkan fungsi penggajian seperti penggantian biaya, penugasan aset, GL, dan komisi langsung ke ERP.
Conclusion
Ada lebih banyak hal untuk dijual daripada sekadar mendorong suatu produk, menyelesaikan penjualan dan melanjutkan. Ini tahun 2018, gim ini selalu berubah. Jika Anda ingin terus bersaing dan menjadi sukses dengan tenaga penjualan ERP lainnya — Anda harus dapat beradaptasi dengan tren terbaru karena mereka dapat berubah secara signifikan jika Anda tidak memperhatikan. Dengan demikian, manfaat menggabungkan produk-produk Enterprise Resource Planning (ERP) Anda dengan solusi Human Capital Management (HCM) tidak memiliki batasan mengenai berapa banyak uang yang dapat Anda hasilkan dan bagaimana Anda dapat secara substansial mempengaruhi kehidupan klien Anda. Inilah mengapa menggabungkan HCM dengan perangkat lunak ERP adalah hal yang tidak perlu dipikirkan lagi.
References
Abdillah, L. A. (2018). Customer Relationship Management Computer Science and Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.
Abdillah, L. A. (2018). Supply Chain Management Computer Science and Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.
Abdillah, L. A. (2019). Enterprise Resource Planning Computer Science & Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.
Abdillah, L. A. (2020). Perancangan Sistem Informasi Industri dan Enterprise Resource Planning. Computer Science & Information Systems.
https://searchhrsoftware.techtarget.com/definition/human-capital-management-HCM
https://arcoro.com/blog/why-combining-hcm-and-erp-is-beneficial-for-you/
https://www.oracle.com/applications/erp/solutions/hcm-erp.html
https://www.netatwork.com/integrating-human-capital-management-hcm-with-erp/