SCM & CRM

Supply Chain Management

Supply Chain Management (SCM) adalah serangkaian kegiatan yang meliputi koordinasi, penjadwalan, dan pengendalian terhadap pengadaan, produksi, persediaan dan pengiriman produk ataupun layanan jasa kepada pelanggan yang mencakup administrasi harian, operasi , logistik dan pengolahan informasi mulai dari customer hingga supplier.

                Untuk penjelasan singkatnya SCM adalah mekanisme yang menghubungkan semua pihak yang bersangkutan dan proses berubahnya bahan baku menjadi sebuah produk. Pihak yang ikut serta adalah yang bertanggung jawab untuk memberikan barang – barang jadi hasil produksi ke customer pada waktu dan tempat yang tepat dengan cara yang paling efisien

Customer Relationship Management

CRM (Customer Relationship Management) adalah strategi bisnis yang memadukan proses, manusia dan teknologi. Membantu menarik prospek penjualan, mengkonfersi mereka menjadi pelanggan, dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada, pelanggan yang puas dan loyal.

Kuliner

Kuliner secara umum adalah kegiatan yang berhubungan dengan memasak atau aktivitas memasak. Kuliner juga dapat dimaknai sebagai hasil olahan yang berupa masakan berupa lauk-pauk, panganan maupun minuman. Kuliner tidak terlepas dari kegiatan masak-memasak yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari. Kata kuliner merupakan unsur serapan bahasa Inggris yaitu culinary yang berarti berhubungan dengan masak-memasak atau aktivitas memasak. Sedangkan orang yang bekerja di bidang kuliner disebut koki atau chef.

SCM pada Kuliner

                Supply Chain Management  pada kuliner adalah untuk mengendalikan persediaan dengan manajemen arus bahan baku. Persediaan adalah jumlah material dari pemasok yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan atau mendukung proses produksi barang dan jasa. Usaha Kuliner  dapat mengambil pendekatan supply chain management yang efisien untuk mengkoordinasikan aliran bahan baku untuk meminimalkan persediaan dan memaksimalkan produkivitas usaha kuliner.

CRM pada Kuliner

Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi bisnis untuk mengoptimalkan profitabilitas perusahaan dengan mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan. Fokus utama strategi ini adalah pada pengembangan kepuasan pelanggan, diantaranya dengan cara memahami pelanggan, mempertahankan pelanggan melalui pengalaman pelanggan, menarik pelanggan baru, meningkatkan keuntungan, mengurangi biaya manajemen pelanggan.

                CRM merupakan pendekatan baru dalam mengelola hubungan korporasi dengan pelanggan pada level bisnis sehingga dapat memaksimumkan komunikasi dan pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda. Pendekatan ini memungkinkan untuk mempertahankan pelanggan dan memberikan nilai tambah secara terus-menerus kepada pelanggan.

Peran dan aktivitas SCM yang dilibatkan Dalam Sektor Kuliner.

Customer

                Pada usaha kuliner,customer merupakan mata rantai pertama yang memberi order. Customer memutuskan untuk membeli makanan yang ditawarkan oleh penjual dengan menghubungi owner atau karyawan nya tersebut. Informasi penting yang terdapat dalam pesanan tersebut diantaranya seperti tanggal pengiriman makanan dan jumlah yang diinginkan untuk makanan yang dipesan.

Production

                Bagian produksi akan menggunakan bahan mentah dan bahan pendukung yang dipasok oleh supplier tersebut untuk melakukan proses produksi hingga menghasilkan barang jadi yang dibutuhkan oleh customer. Barang jadi yang telah diproduksi ini kemudian siap untuk dikirim ke customer sesuai dengan jadwal yang di tentukan.

Transportation

                Pengawai pada bagian pengiriman atau Shipping akan mengatur waktu keberangkatan barang jadi ( Finished Products ) tersebut dengan jadwal yang diinginkan oleh customer.

Planning

                Setelah custumer membuat pesanan yang diinginkan, pegawai akan mempersiapkan perencanaan produksi untuk memproduksi makanan yang dibutuhkan oleh customer. Pada tahap ini, owner juga menyadari akan adanya kebutuhan terhadap bahan baku dan bahan – bahan pendukungnya.

Purchasing

                Setelah menerima perencanaan produksi, dalam hal ini adalah kebutuhan terhadap bahan mentah dan bahan-bahan pendukungnya, owner akan melakukan pemasukan bahan mentah dan bahan pendukungnya serta menetapkan tanggal penerimaan dan jumlah yang dibutuhkan.

Inventory

                Bahan mentah dan bahan pendukung yang telah diterima oleh usaha kuliner akan diperiksa kualitas dan ketepatan jumlahnya kemudian disimpan didalam Gudang untuk kebutuhan produksi.

Penyebab  Kegagalan CRM

1. Tidak dapat melakukan inovasi CRM dengan baik.

2. Kurangnya pengetahuan atau pengalaman dalam pemasaran dalam  upaya menarik simpati pelanggan sehingga proses kegiatan CRM kurang berkembang.

3. Tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

4. Kurangnya komunikasi dan interaksi dengan pelanggan.

CRM Tiga Fase

1.Mendapatkan pelanggan (Acquire) Perusahaan memperoleh pelanggan baru dengan mempromosikan produk inovatif dan keunggulan dalam pelayanan yang membedakannya dengan perusahaan lain. Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.

2. Meningkatkan pelanggan (Enhance) Mempererat hubungan dengan pelanggan dapat dilakukan dengan cross-selling (menawarkan produk pelengkap pada saat penjualan sesuai dengan produk yang dibelinya) dan up-selling (memberikan penawaran produk tipe yang sama dengan kuantitas lebih besar). Penerapan cross-selling atau up-selling dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (reduce cost).

3. Mempertahankan pelanggan (Retain) Fokus pada adaptasi pelayanan, di mana perusahaan diharapkan dapat memenuhi apa yang dibutuhkan pelanggan serta memberikan pelayanaan yang bersifat one stop service untuk semua hal yang berhubungan dengan pelanggan. Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan

Conclusion

Customer Relationship Management adalah strategi bisnis untuk mengoptimalkan profitabilitas perusahaan dengan mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan. Fokus utama strategi ini adalah pada pengembangan kepuasan pelanggan, diantaranya dengan cara memahami pelanggan, mempertahankan pelanggan melalui pengalaman pelanggan, menarik pelanggan baru, meningkatkan keuntungan, mengurangi biaya manajemen pelanggan.

Supply Chain Management  pada kuliner adalah untuk mengendalikan persediaan dengan manajemen arus bahan baku. Persediaan adalah jumlah material dari pemasok yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan atau mendukung proses produksi barang dan jasa. Usaha Kuliner  dapat mengambil pendekatan supply chain management yang efisien untuk mengkoordinasikan aliran bahan baku untuk meminimalkan persediaan dan memaksimalkan produkivitas usaha kuliner.

References

Abdillah, L. A. (2018). Customer Relationship Management Computer Science and Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.

Abdillah, L. A. (2018). Supply Chain Management Computer Science and Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.

Abdillah, L. A. (2019). Enterprise Resource Planning Computer Science & Information Systems. Palembang: Universitas Bina Darma.

Abdillah, L. A. (2020). Perancangan Sistem Informasi Industri dan Enterprise Resource Planning. Computer Science & Information Systems.

https://sis.binus.ac.id/2016/12/15/pentingnya-supply-chain-management-dalam-proses-bisnis/ HARIJANTO PANGESTU

Design a site like this with WordPress.com
Get started